Tanggal Hari Ini : 23 Jul 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Melihat Arena Pelelangan Ikan di Choshi, Jepang
Rabu, 07 Maret 2018 01:46 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh Mochammad Heri Edy

 Perikanan tangkap di Jepang sangat menggairahkan. Konsumsi ikan masyarakat Jepang terhadap produk ikan segar adalah terbesar di dunia. Berdasarkan data yang dilansir media, konsumsi ikan segar masyarakat Jepang per kapita per tahun mencapai 107 kg, sedangkan Indonesia hanya sebesar 32 kg, masij jauh dengan negara tetangga terdekat, Malaysia yang konsumsi ikan perkapitanya mencapai 57 kg ikan segar per tahun.

Masyarakat Jepang yang gemar makan ikan terutama Sashimi jenis makanan ikan mentah yang diiris tipis  ditambah wasabi atau sejenis lobak dari Jepang, berwarna hijau dan pedas menghentak (menyengat hidung), soyu atau kecap Jepang yang asin,  gori berwarna merah jambu ( jahe) yang merupakan jenis bahan makanan Jepang yang khas yang menjadi teman bagi warga Jepang untuk menyantap aneka ragam olahan ikan segar, lalu ada pula daun oba yang seperti daun mint dan irisan lobak, menjadi pelengkap dan asesoris hidangan aneka makanan ikan segar. 

Makanan ini sangat popular di Jepang,  bahkan sudah merambah Indonesia.  Tidak hanya Sashimi, makanan dari ikan lainnya juga banyak digemari seperti Sushi yang terbuat dari nasi diisi ikan dan sayuran dibungkus nori (rumput laut kering). Beragamnya menu makanan dari olehan ikan segar menjadikan Jepang salah satu negara yang memiliki kepedulian sangat tinggi di industry ini.

 

Konsumsi Ikan Segar

Untuk dapat  makan ikan mentah tentu saja harus dijamin ikan segar. Karena ikan segar  merupakan  ikan hasil tangkapan dari laut, maka penanganan ikan segar hasil tangkapan dari laut harus ditangani dengan baik agar  tidak terkontaminasi dengan bakteri yang menyebabkan ikan menjadi busuk. 

Tidak heran jika melihat kapal penangkap ikan di Jepang kondisinya sangat bersih,  termasuk tempat pendaratan ikannya. Tempat yang bersih akan menjamin ikan-ikan hasil tangkapan tidak terkontaminasi oleh bakteri dan kuman lainnya. 

Kami sempat melihat dari dekat tempat pendaratan ikan dan pelelangan ikan Tuna di Choshi, kira-kira jaraknya 120 km dari Tokyo. Coshi  merupakan kota pelabuhan, dan juga menjadi pusat transaksi produk perikanan. Jumlah kapan-kapan nelayan yang bersandar di kota pelabuhan ini jumlahnya sangat banyak, bahkan ketika penulis  berkunjung ke kota ini banyak sekali kapal penagkap ikan yang sedang berlabuh dan bongkar muat yang berisi Tuna hasil tangkapan dari perairan sekitar Jepang.

 Pelelangan Ikan di Jepang

Sentra Ikan Segar

Chosi adalah salah satu kota pelabuhan perikanan yang cukup ternama di Jepang. Hasil ikan tangkapan dari laut dilelang di tempat pelelangan ikan yang sangat bersih. Tuna segar yang ditangkap dengan kapal ikan jenis long liner didaratkan dengan perlakuan sangat baik dengan menggunakan peralatan bongkar berupa  crane dan forklift. 

Kondisi pelabuhan dan peralatan bongkar sangat bersih dan higienis masuk ke bangsal pelelangan ikan yang bersih dan selalu ada air yang disemprotkan ke lantai bangsal pelelangan. Meski air yang disemprotkan tersebut adalah air laut, namun airnya terlihat bersih dan segar. Ikan yang masuk ke tempat pelelangan ikan ditata rapi,  dijejer berbaris , masing masing diberi nomor dan beratnya. 

Calon pembeli dengan seksama memeriksa mutu ikan yang akan dibeli satu persatu dan mencatatnya serta  melakukan penawaran dengan menulis di kupon penawaran yang akan diserahkan kepada petugas lelang.

Selanjutnya ada pengumuman hasil lelang dari petugas lelang. Penawaran yang tertinggilah yang dapat melakukan transaksi.  Ikan segar inilah yang selanjutnya diolah menjadi sashimi untuk memasok ribuan restoran yang ada di Jepang. 

 

Higienis

Tidak hanya ikan Tuna hasil tangkapannya yang bersih,  namun orang yang bekerja dan terlibat dalam proses lelang juga sangat bersih dan rapi,  baik laki-laki maupun perempuan. Di Jepang kebersihan adalah segalanya,  apalagi terkait dengan makanan.

Dalam bangsal pelelangan ikan bahkan tidak tercium aroma amis sama sekali. Semua petugas dan pembeli ikan menggunakan wearpack dan sepatu boots. Kebersihan tempat pelelangan ikan bila dibandingkan  dengan yang ada di Indonesia sangat kontras. Di Indonesia pelaku yang terlibat di pelelangan ikan pakaiannya lusuh tidak tersedia air untuk menyemprot lantai, ikan ditempatkan dilantai kotor dan diinjak-injak,  dan aroma udaranya sangat amis.

 

Problem Tempat Pelelangan Ikan di Indonesia

Problematik di Tempat Pelelangan Ikan di negeri kita adalah masalah kebersihan,  baik kebersihan di lokasi pelelangan, kebersihan para pembeli maupun penjual ikan.  Meskipun demikian masih banyak yang mau menerima produk yang kurang higienis ini, dan kurang mendukung ini. Mudah-mudahan pada saatnya nanti Indonesia dapat segera berubah dengan  mencontoh negara-negara maju  seperti Jepang untuk memiliki tempat pelelangan ikan yang maju, yang bersih, dan hogienis.

Sebenarnya saat ini di lokasi-lokasi pelelangan ikan di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia sudah bisa dimulai dengan selalu menyiram air di lantai tempat pelelangan ikan,  tidak perlu disediakan air tawar,  air lautpun dapat digunakan untuk menyiram lantai-lantai tempat pelelangan ikan,  hanya perlu menambahkan pompa sehingga lantai selalu bersih, bau tidak sedap berkurang sehingga pembeli ikan merasa  nyaman.

Memang perlu banyak berbenah. Dan harus segera berbenah. 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari