Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Wanita, Bekerjalah
Kamis, 08 Desember 2016 04:35 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Tuntutan zaman dan kebutuhan sehari-hari seringkali memaksa wanita tidak mau tinggal diam di rumah hanya sebagai pengurus rumah tangga. Wanita kini memiliki pilihan untuk mengekspresikan kemampuan dan ketrampilannya dalam pekerjaan maupun usahanya,  namun disisi lain harus sukses mengelola keluarga.

Wanita-wanita yang tinggal di kota-kota besar kini mengalami pergeseran fungsi dan tuntutan. Jika dahulu wanita hanya sebatas menjadi ibu rumah tangga, tetapi kini karena tuntutan kebutuhan biaya hidup yang terus meningkat, peran wanita tidak hanya sebatas sebagai ibu rumah tangga tetapi juga menjadi wanita pekerja atau pengusaha.
Dalam banyak hal, perdebatan mengenai wanita bekerja atau pengusaha telah banyak disinggung oleh beberapa ahli terkait dengan fungsi dan perannya. Salah satu sumber yang memiliki pendapat bahwa wanita sebaiknya tidak bekerja dan cukup hanya sebagai ibu rumah tangga berawal dari anggapan bahwa fungsi wanita adalah menyiapkan generasi emas dan mengelola manajemen keluarga, tetapi dengan catatan kebutuhan keluarga terpenuhi secara optimum.
Namun sumber lain mengungkapkan wanita pekerja memiliki banyak sisi positifnya, seperti yang diungkapkan Robert Locke dalam laman http://www.lifehack.org/articles/work/11-positive-effects-working-moms.html. Dalam sebuah penelitian yang diunggah dalam laman tersebut diungkapkan tentang peran seorang wanita yang memiliki peran ganda, yaitu sebagai manajer dalam rumah tangga, tetapi juga sebagai seorang wanita pekerja/pengusaha. Tercatat dalam penelitian tersebut ada beberapa sisi positifnya yang dapat meyakinkan bahwa peran seorang wanita tidak terbatas hanya mengurus rumah tangga tetapi juga mampu mengurus usaha atau bekerja.


Wanita Harus Bekerja, Mengapa?
Alasan pertama, seorang wanita yang bekerja bisa menjadi panutan dan menggambarkan juga kehebatan seorang wanita dimata anak-anak. Kadang-kadang anak-anak lebih patuh terhadap ayahnya daripada ibunya karena sang ayah dianggap seorang hero di keluarga tersebut. Dengan melihat ibu bekerja anak-anak memiliki pandangan yang berbeda soal relasi dan peran di keluarga. Wanita yang bekerja akan memiliki otoritas dan peran yang sama dengan laki-laki. Hal ini juga contoh yang baik dalam memberikan perspektif kepada anak-anaknya bahwa tugas membina keluarga bukan hanya tugas salah satu orangtua, tetapi keduanya.

Wanita, Bekerjalah, menjadi pengusaha, cara membangun usaha, strategi membangun usaha

Alasan kedua, mengajarkan anak-anak hidup mandiri sejak awal. Anak-anak harus diberikan alasan mengapa mereka harus belajar mandiri sejak awal. Kemandirian penting karena anak-anak yang telah belajar mandiri sejak masih muda memiliki kemampuan beradaptasi lebih kuat dalam menyongsong kehidupannya sendiri kelak.
Meski dalam beberapa kasus di keluarga telah ada asisten rumah tangga yang membantu berbagai kebutuhan rumah tangga yang mengurusnya, namun anak-anak akan melihat sisi yang berbeda tentang pentingnya kemandirian yang diajarkan oleh kedua orangtuanya.
Alasan ketiga, bekerja dapat menghilangkan emosi negative dan depresi yang berkepanjangan. Data penelitian ini barangkali cukup menggambarkan bahwa wanita pekerja/pengusaha memiliki kemampuan beradaptasi dari emosi negative dan depresi yang berkepanjangan. Menurut survey Gallup.com, pada 1000 responden yang disurvey terdapat 28 persen kasus depresi dialami oleh wanita-wanita yang hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dan ada 17 persen kasus depresi dialami oleh wanita – wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai wanita pekerja/pewirausaha. Alasan penting yang dikemukanan dalam survey tersebut mengapa wanita bekerja lebih sedikit terjangkit emosi negative dan depresi karena bekerja dapat menjadi sumber kebahagiaan sekaligus tantangan yang dapat mengalirkan energy.
Alasan keempat, bekerja bukan berarti melalaikan pekerjaan rumah tangga. Menjadi wanita pekerja/pewirausaha jangan dijadikan alasan untuk mengindari tugas sebagai ibu rumah tangga, justru sebaliknya, menjadi wanita pekerja/pewirausaha merupakan ekspresi kecintaannya kepada keluarga. Kemampuan membagi waktu dan memberikan arahan yang tepat pada anak-anak merupakan pekerjaan yang hebat.
Alasan kelima, dengan waktu terbatas waktu untuk keluarga akan berkualitas. Wanita bekerja dengan seabrek kesibukannya akan memilih waktu yang tepat dan berkualitas bersama keluarga. Wanita pekerja akan tahu kapan waktu yang berkualitas itu. Banyak orang yang khawatir jika seorang wanita memiliki waktu yang terbatas kepada keluarga akan berdampak negative, tetapi sebuah penelitian di Denmark dan Amerika menyebutkan bahwa anak-anak yang ditinggalkan ibunya bekerja dengan alasan yang rasional justru dapat mendorong anak-anak lebih mandiri dalam belajar dan mengelola waktunya dengan baik. Lebih baik lagi jika wanita mampu mengelola tumbuh kembang anak dengan baik.
Alasan keenam, wanita yang bekerja memiliki kesadaran dan tanggungjawab yang sepadan dengan pria dalam mengelola rumah tangga, selain itu wanita akan menjaga hubungan dan romantisme dengan suami. Mereka berdua kadang bertukar peran, dan saling pengertian akan tugas yang dijalankan selama ini.
Alasan ketujuh, menjadi wanita pekerja atau berwirausaha berarti memberi ruang khusus bagi wanita untuk keluar dari kejenuhan rutinitas sehari-hari dalam mengurus rumah tangga. Pekerjaan memasak, menyapu, mencuci yang dilakukan sehari-hari dapat menjadi sumber kejenuhan, karena itu untuk menyeimbangkan hidupnya maka wanita perlu bertugas dalam kegiatan usaha yang bertemu klien, bergaul dengan rekan atau sesame pengusaha/rekan kerja, dan berkutat dengan pekerjaan kantor yang akan menyeimbangkan beban emosiaonal mereka.
Alasan kedelapan, wanita bekerja dapat membantu beban financial keluarga. Tanpa disadari hasil bekerja atau berwirausaha yang dilakukan oleh wanita dapat membantu beban financial keluarga. Di kota-kota besar, dimana beban kehidupan kelurga cukup besar, maka penting dukungan dan support sumber penghasilan lain dari wanita, bahkan di negara-negara jumlah wanita yang bekerja atau berwirausaha mencapai 66 persen dari jumlah wanita yang ada di negara tersebut.
Di Indonesia, kebutuhan hidup terus meningkat sementara penghasilan kepala rumah tangga belum seperti yang diharapkan, setidaknya hal ini menjadi pertimbangan mengapa wanita di Indonesia harus bekerja atau berwirausaha. 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari