Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bagaimana Menjalankan Usaha Restaurant dengan Bersistem?
Kamis, 08 Desember 2016 04:15 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh Ahmad Hidayat
Founder www.restaurantbusinessowner.com

 

Banyak penjual makanan yang sudah menjalankan usahanya bertahun-tahun, dan merasa menjalankan usaha dengan benar. Setiap hari meraka datang dan memulai usahanya lalu pulang malam hari. Itu dilakukan terus menerus bertahun-tahun.

Ia Merasa sudah menjalankan usahanya, dan merasa usahanya berjalan dengan baik-baik saja. Ia bangga menyebut kegiatan tersebut sebagai sebuah bisnis, bahkan mengatakan dirinya sebagai business owner. Suatu hari ia tidak bisa datang ke restaurannya. Ia mendapati banyak pekerjaan di restauran yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Banyak pekerjaan terlewatkan, dan opreasional berjalan tidak seperti saat ia berada di restauran.
Hal ini menunjukan bahwa ternyata sebenarnya karyawan bekerja dan melakukan tugasnya kalau ada perintah atasan atau pemilik bisnis. Tidak jarang jika ada manager di restauran dengan gaya seperti ini, ia akan terlihat invalid, dan tidak ada bedanya dengan karyawan lainya karena kekuasaan dan bisnis proses datang dari mulut bukan dari system.
Dampak dari hal ini adalah pemilik bisnis akan terkungkung, terikat untuk tidak bisa meninggalkan restaurannya, sehingga restauran hanya akan berjalan jika ada yang punya, karyawan hanya akan bekerja jika ada pemilik yang memperhatikan. Jika terjadi seperti ini maka operasional restauran akan tergantung kepada pemiliknya, bukan kepada system.
Tidak jarang ada restauran yang dikelola dengan gaya seperti ini. Restauran seperti ini akan berhenti beroperasi jika ditinggalkan oleh kokinya atau tukang masaknya. Mengapa bisa berhenti beroperasi? Karena beroperasi bukan by system.

Bekerja Dalam System
Perhatikan ini. Pemilik KFC, CEO Starbuck, MC Donnald, J-CO, mereka sudah tidak pernah dan tidak perlu datang lagi ke outlet restaurannya untuk memastikan semua bekerja dengan baik. Setiap karyawan yang bertugas akan bekerja berdasarkan system, sesuai dengan Standart Operation Procedure (SOP) yang telah ditetapkan.
Anda mau menjalankan bisnis restauran seperti apa?. Banyak pemilik bisnis apalagi jika usahanya sudah mulai terlihat besar, hanya memandang bahwa usaha hanya sebagai mesin pencetak uang. Padahal esensi bisnis sebenarnya adalah: harus dapat memberikan manfaat kepada orang banyak.
Bisnis dapat berjalan dengan baik jika ada orang-orang hebat yang bekerja dengan system yang hebat di dalamnya. Bukan sekedar bos dan bertitah semaunya.
Bos yang sebenarnya adalah justru yang benar-benar menghargai setiap tenaga dan keringat bersama yang mengucur pada saat bekerja melayani setiap tamu yang datang. Bos yang sebenarnya adalah mereka yang bisa menjadi teman, atasan sekaligus sahabat yang bisa memberikan solusi yang tepat saat karyawan mempunyai tantangan yang harus diselesaikan.
Bos yang sebenarnya adalah orang yang pandai mengakomodir setiap permasalahan dan keadaan direstaurannya dengan demikian setiap orang akan menjadi senang bahkan bangga ketika mengatakan dimana ia bekerja. Bos yang sebenarnya adalah mereka yang mengerti detail pekerjaan dan memberikan contoh terbaik kepada karyawannya. Mereka akan membangun diri setiap orang dalam organisasinya agar restauran bisa berjalan dengan baik bahkan ketika sang bos tidak ada. Apakah anda termasuk jenis bos seperti ini?

Bagaimana Menjalankan Usaha Restaurant  dengan Bersistem, cara mengembangkan restoran

Pemilik bisnis atau restaurant ada yang bergaya bossy. Perilakunya terhadap karyawan kurang berkenan, dan menganggap karyawan hanya sebagai mesin uang semata. Perilaku seperti ini dapat membuat restauran nampak suram dan tak berenergi. Jika ada karyawan yang bisa bertahan dalam kondisi seperti ini periksa segera apakah ada kebocoran dalam hal pembelanjaan atau inventory barang serta penjualan?
Restaurant yang dijalankan tanpa system sangat rawan terhadap pencurian, korupsi ingga manipulasi. Bahkan pencurian atau korupsi yang terjadi dapat terjadi sangat rapi karena dlakukan secara berkelompok dan kolaborasi pada semua lini. Untuk menghindari kejadian seperti ini pengelolaan restaurant dengan bersistem adalah jalan keluarnya.
Sebelum hal lain dibenahi, pertama yang harus diperhatikan dan dibenahi adalah cara memberlakukan karyawan, yaitu tidak semata-mata hanya menjadi mesin pencari uang, tetapi lakukanlah sebagai mitra kerja sejajar yang saling membutuhkan. Perlakukanlah karyawan sebagai asset. Fokuskan dalam upaya membangun system dan membangun manusia. Jika anda dapat lakukan itu, anda sedang membangun kerajaan bisnis yang sebenarnya.

Pilihlah Suplyer yang Sehat
Sebagai sebuah bisnis ada banyak suplyer yang terkait dengan bisnis restauran anda. Saat ini banyak penyedia kebutuhan bahan baku restauran yang mengeluh karena banyak restaurant yang memiliki hutang karena banyak yang tidak memiliki system pembayaran kepada suplyer dengan baik.
Pengalaman ketika saya sudah memulai berbisnis dan berhubungan dengan supplier, saya mempunyai manajemen supplier yang lebih baik. Mitra saya bilang, kenapa harus menunda pembayaranan 1 minggu, 2 minggu atau lebih jika bisa dibayar cash.
Pembayaran dengan cash mendapatkan banyak keuntungan, dari sisi harga pembayaran cash akan mendapatkan harga terbaik dengan kualitas bahan baku yang terbaik pula. Pembayaran bertempo 1 atau 2 minggu tidak akan bisa menjadi sebuah investasi yang menghasilkan return, sebaliknya pembayaran secara cash ke suplyer memiliki efek yang luar biasa. Supplier sangat antusias dan loyal menyediakan bahan baku terbaik kepada kita. Barang yang dipesan selalu yang terbaik, dan hubungan menjadi semakin saling menguntungkan. Semua memiliki manajemen sendiri, sehingga mempermudah pengelolaan restaurant anda.

Sistem di Bisnis Restaurant
Saya sering bertemu dengan banyak pebisnis restauran, baik ketika seminar atau workshop atau event-event lainnya. Bertemu dengan para pemilik restaurant di pameran franchise juga sering. Ada yang sudah merasa tahu tentang system bisnis restaurant hanya karena mereka telah lama berbisnis. Ada pemilik toko pakaian, agen asuransi, pemilik pabrik, dan lain-lain.
Saya setuju kepada mereka bahwa bisnis pada prinsipnya memiliki pola dan system yang hamper sama. Namun saya ingin katakana bahwa bisnis retauran berbeda dengan bisnis lainnya.
Dunia restauran adalah sesuatu yang unik, karena berhubungan dengan kenikmatan, kenyamanan, keramah tamahan, selera, orang lapar, dan seterusnya. Di restauran beda dengan di pabrik yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan karyawan yang jika tidak masuk 5-10 orang, pabrik tidak akan terlalu berpengaruh secara signifikan, karena pabrik masih akan bisa terus berjalan dengan produksi. Di restaurant, jika 2 orang tidak masuk, itu akan berpengaruh signifikan. Di restaurant, penanganan bahan baku sangat krusial karena berhubungan dengan makanan yang jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi sampah dan barang kedaluarsa yang bisa berujung lost profit. Direstaurant semua orang harus ramah dan tersenyum dimanapun ia berdiri atau duduk apalagi berhadapan dengan tamu. Untuk itu perlu manajemen bagaimana bisa mengelola mood agar senyum ramah tetap terpancar.
Bekerja di direstauran siapa bilang enak dan santai? Saya pernah bekerja di luar negeri, dimana, pekerjaan di restauran tersebut sungguh sangat memerlukan energy yang luar biasa. Pikirkan tenyang hal ini, saya harus melayani ribuan orang untuk menikmati makan siang atau saat dinner pada saat saya sedang bekerja. Hal ini tentu memerlukan kecepatan yang luar biasa karena semua harus terlayani dengan baik dan cepat, dalam waktu yang hampir bersamaan.
Saat mengingat para tamu sudah membayar sangat mahal untuk bisa bersantap di restauran fine – fine dining – tempat saya bekerja saat itu, sehingga akurasi, kualitas makanan, speed, dan tetap – ini yang membedakan dengan industri lain – meski dalam kondisi yang sangat lelah, saya harus tetap dapat tersenyum. Ini adalah sebuah kombinasi unik, pada saat bekerja keras dan mengeluarkan energy super, kita harus tetap tersenyum dan dengan ramah. Dinamika bekerja seperti itu hanya ada ditemukan di bisnis restauran.
Bagi para pelaku dan pemilik bisnis restaurant, belajar seluk beluk restauran, mengetahui bermacam-macam konsep restauran, cara penyajian, ragam menu makanan dan minuman, resorces yang support bisnis restauran anda, bagaimana menangani manusia, bagaimana menciptakan system dalam restauran anda, pengelolaan keuangan dan aspek-aspek lain, memerlukan perhatian yang seksama, Jika anda komit dengan bisnis restauran anda, BELAJAR adalah langkah bijak untuk segera dilakukan terus menerus tiada henti.
Banyak yang kadang masih suka salah dengan mindset pada saat awal mau memulai usaha restaurant. Ada yang berfikir, ini hanya iseng, bisnis hanya seksedar mengisi waktu, buka restauran hanya menjalankan atau mengikuti hobby, buka warung makanan hanya karena suka memasak, memulai bisnis restauran dengan mind set kecil-kecilan, dan setrusnya.
Mindset inilah yang kemudian menggerakan syaraf-syaraf anda, menggerakan nadi dan mengalirkan darah anda, yang menggerakan tubuh anda, dan energy yang tercurahkan pun akan berangkat dari cara pola fikir anda.
Saya yakin, ketika anda bergerak dan ingin mendapatkan hasil seperti yang diharapkan, semua akan tercapai dan terpenuhi jika sudah sesuai dengan cara berfikir anda dalam usaha anda.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari