Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
COACH RENI, Hitung-Hitung Kembali Bisnis & Uang Anda
Rabu, 13 Januari 2016 07:02 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Jika anda pelaku usaha UKM, apakah anda sering atau bahkan selalu kehabisan dan kekurangan modal setiap waktu? Anda juga tidak mengetahui dengan pasti, apakah usaha yang anda jalani selama ini menguntungkan atau merugi?. Lebih heboh lagi jika anda tidak mengetahui berapa gaji anda setiap bulan dari usaha yang anda dirikan sendiri, dan berapa pembagian keuntungan yang dapat anda nikmati sebagai pendiri bisnis?

Anda bahkan tidak tahu mau dibawa kemana usaha anda, berapa target kedepan dan pencapaian yang diperoleh saat ini?. Apakah usaha anda berjalan lancar atau hanya jalan ditempat?, Benarkah usaha anda bertumbuh dan anda memastikan baik-baik saja dalam menghadapi persaingan yang ketat ke depan? Apakah anda sudah merencanakan berapa besarnya laba ditahan untuk investasi atau pengembangan usaha anda agar tetap eksis dan berkembang?.

Jika pertanyaan-pertanyaan diatas tidak dapat anda jawab, berarti anda harus menghitung-hitung kembali bisnis dan uang anda saat ini. Sebelum anda jauh tersesat dan terbelenggu dalam kerumitan bisnis yang akan berujung jatuhnya bisnis anda.

 

Financial Planning

Dihadapan peserta pendidikan dan pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan Majalah Wirausaha dan Keuangan, Reni Keristina Ashuri, ibu dua anak yang berprofesi sebagai independent fianancial planner ini mengungkapkan hal-hal mendasar yang harus diketahui bagi para pewirausaha, khususnya pewirausaha pemula.

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, pemegang Certified Financial Planner ini, menengarai para pelaku bisnis UKM sebagian besar belum sepenuhnya memahami fianancial planning dari bisnis yang dijalankan, sehingga pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti berapa omzet dan keuntungan yang dapat diperoleh kadang tidak tahu jawabannya.

Bagi para pemula, bahkan yang telah bertahun-tahun menjalankan bisnis skala UKM, yang terpenting bagi mereka adalah bertindak dulu, action dulu. Itu tidak salah. Bisnis yang penting action dulu. Tetapi menurut Reni, coach bisnis  dari Nahla Coaching Firm ini melihat banyaknya  fenomena UKM yang jatuh bangun dan kemudian terjerembab.

“Jika fenomena banyaknya UKM jatuh bangun ini terjadi berulang-ulang dan hampir menjadi kebiasaan yang selalu mendera UKM, jika dianalisa berarti ada yang salah yang terjadi selama ini. Jika salah menjalankan bisnis, manajemennya juga salah, pengaturan keuangannya salah, maka semua tindakan yang berkaitan dengan usaha dikhawatirkan terjadi kesalahan. Anda bisa bayangkan jika sebuah usaha dijalankan dengan sebuah kesalahan, yang terjadi adalah jatuh!,” ujarnya. 

COACH RENI, Hitung-Hitung Kembali  Bisnis & Uang Anda, Tantangan Owner Bisnis UKM, Permasalahan UKM

Untuk menghindari lebih banyak usaha UKM yang jatuh bangun, Reni mendiaknosa masih adanya kesalahan dalam pengelolaan keuangan usaha. Karena jika ditilik dari mindset kewirausahaan, para pelaku bisnis UKM adalah jagonya. Mereka, lanjut Reni, bisa bertahan dalam segala situasi, bahkan dalam situasi krisis ekonomi sekalipun karena memiliki semangat juang dan entrepreneurship yang tinggi pula.

 Reni bercerita, ia pernah memiliki usaha yang dijalankan bertahun-tahun. Sepertinya usaha yang ia jalankan baik-baik saja, tetapi entah kenapa usaha tersebut sulit berkembang, lama kelamaan usahanya seperti kehilangan energy, dan jatuh.   Ia berfikir, ada sesuatu yang salah dengan bisnis ini. Mulailah ia menganalisis dimana letak kesalahannya. Setelah ia pelajari ternyata salah satu penyebabnya adalah manajemennya yang salah, dan pengaturan keuangan yang salah. Ia akhirnya secara khusus mempelajari financial planning untuk pengelolaan usaha, dan mulai disiplin menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan usaha, serta mengajarkannya kepada manajer-manajer pengelola usaha. Hasilnya, usahanya kembali bangkit dan berjalan dengan baik, dan terus berkembang hingga kini.

 

Tantangan Owner Bisnis UKM

Ketika seseorang mendirikan usaha, dan menjadi owner dari sebuah bisnis, sebenarnya ia adalah boss dengan segala kerumitan dan kebanggaan yang ia miliki. Namun sebelum bertindak jauh mendirikan usaha, menurut Reni perlu ada langkah perencanaan yang tepat, apakah usaha yang didirikan berbentuk perseroan terbatas (pt) atau dalam bentuk cv, atau perusahaan non formal.

Bentuk usaha yang didirikan memiliki konsekuensi terhadap aturan hukum dan perpajakan. Jika dalam bentuk perusahaan formal maka pemilik usaha harus memiliki manajemen keuangan yang baik. Reni menengarai banyak pengusaha UKM terjerat pada masalah perpajakan, karena ketidatahuannya terhadap aturan pajak.

“Siapkan dulu manajemen keuangan usaha kita, baik dengan cara belajar sendiri atau ada konsultan pajak yang membantu usaha kita, yang berkaitan dengan pajak keluaran dan pajak masukan, ada pajak badan, dan sebagainya. Semua memiliki konsekuensi yang sangat mempengaruhi usaha kita. Sejak tahun 2015 hingga tahun 2016 ini, urusan pajak menjadi hal yang krusial bagi pengelola usaha,” ujarnya.

Permasalahan berikutnya, menurut Reni adalah persoalan sumberdaya manusia.  Seorang klien, kepada Reni pernah mengeluhkan  karyawannya yang ‘keluar masuk’ seenaknya. Bahkan, seperti yang diceritakan Reni, kliennya mengeluh karena karyawannya sesuka hati tidak masuk kerja dengan beribu alasan yang dibuat-buat.  Ia seperti tidak berdaya, antara kasihan dan geram.

Menurut Reni, karakter dan kualitas karyawan di perusahaan UKM memang memprihatinkan, meski yang baik juga sangat banyak. Etos kerja, spirit dan semangatnya kadang tak sesuai yang diharapkan. Salah satu penyebabnya menurut Reni adalah pendidikan yang kurang. Namun ia mengapresiasi saat ini pemerintah dan lembaga-lembaga terkait banyak yang peduli pada UKM dengan mengadakan berbagai pendidikan dan pelatihan bagi pengelola dan pekerja UKM yang memungkinkan pengetahuan pengelola UKM kian bertambah.

Pernah suatu hari, dalam sebuah riset sederhana Reni ingin mengukur seberapa besar motivasi seseorang untuk bekerja di usaha UKM, untuk menjawab pertanyaan mengapa banyak karyawan yang bekerja pada usaha UKM ‘keluar masuk’ seenaknya. “Saya coba test untuk memberikan pertanyaan kepada anak-anak yang masuk dalam kategori usia kerja di sebuah tempat yang saya tentukan. Saya sodorkan kepada mereka pertanyaan : maukah kamu digaji Rp3 juta dengan standar kerja sesuai yang saya tentukan ini, dengan standar operasional yang juga sudah ditentukan. Mereka menjawab tidak mau. Riset ini dapat sedikit menjawab, jelaslah bahwa banyak yang ingin gajinya besar untuk bekerja di usaha skala UKM,  tetapi kerjanya maunya yang ringan-ringan saja,” cetus Reni.

Permasalahan lain yang juga tak kalah pentingnya adalah masalah pengembangan produk dan akses pemasaran.

 

Permasalahan UKM

Selain realitas permasalahan UKM yang bersifat klasik berupa apermasalahan modal, bentuk badan hokum yang umumny non formal, SDM, serta pengembangan produk dan akses pemasaran, maka  permasalahan antara (intermediate problem) yang sering hadir antara lain permasalahan dalam manajemen keuangan, agunan dan keterbatasan dalam pertumbuhan kewirausahaan.

Adapun permasalahan lanjutan (advanced problems), antara lain pengenalan dan penetrasi pasar ekspor yang masih sangat lemah, kurangnya pemahaman terhadap disain produk, permasalahan hak paten, pemahaman prosedur kontrak penjualan dengan importer atau eksportir yang masih lemah.

Selain masalah-masalah diatas, secara internal para usaha UKM, seperti yang dilansir Reni dari JB Susanto, terdapat 9 penyakit utama yang memerlukan perhatian untuk dibenahi agar usaha para UKM meningkat, yaitu : BATUK - barangnya tunggal dan ketinggalan jaman,  MUNTAH - menjualnya mentah tidak diolah, KURAP - kurang pengalaman, malas cari ilmu, KUTIL - kurang terampil, kurang kreatif, MENCRET - menjual ceroboh tanpa strategi, TULI - satu pembeli, malas ekspansi, KUDIS - kurang disiplin, malas mencatat,  CAMPAK - campuran antara usaha dan keluarga, KANKER - kantong kering, habis modal, habis laba.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari