Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Membuat Kemasan yang Dapat Mengubah Persepsi
Senin, 24 Agustus 2015 02:51 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Produk-produk UMKM banyak yang dipersepsikan sebagai produk murahan. Padahal produk-produk UMKM banyak yang unik dan memiliki kualitas yang bagus. Mengapa demikian? Kuncinya karena kemasannya jelek.!

Pakar kemasan produk UMKM, Nasrullah Hasin  dari Lembaga Pengemasan UKM Indonesia, Surabaya mengungkapkan, kini saatnya UMKM Indonesia mengubah paradigm baru dalam memasarkan produk, dengan menciptakan kemasan yang sama bagusnya dengan produk isinya.

Pemasaran, lanjut Nasrullah, bukan lagi  sebuah pertarungan antar produk, tetapi sebuah pertarungan persepsi. Siapa yang dapat membenamkan persepsi di benak pelanggannya dengan baik dialah yang akan berjaya di pasar.

Dalam  buku 22 Immutable Laws of Marketing, karangan Al Ries & Jack Trout, seperti yang dikutip Nasrullah menyebutkan, kemasan memiliki fungsi penting dalam membentuk image dan persepsi baru. Begitu kuatnya image dan persepsi yang dibangun, maka tidak heran jika brand-brand seperti Coca Cola, KFC mampu merajai pasar dunia, bahkan juga di Indonesia.

Dalam seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Majalah Wirausaha dan Keuangan di Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMMI) beberapa waktu lalu, Nasrullah mengungkapkan kemampuan kemasan produk yang tepat produk-produk tersebut mampu mengarahkan persepsi jutaan masyarakt Indonesia untuk menyukai produk-produk tersebut.

“Di sinilah peran kemasan sebagai branding yang efektif, dan mampu mengubah persepsi pelanggan,” ujarnya.

Membuat Kemasan yang Dapat Mengubah Persepsi, 22 Immutable Laws of Marketing, karangan Al Ries & Jack Trout, Nasrullah, Riska Wahyu Romadhona,  

Serius

Para pelaku bisnis produk UMKM mulai sekarang harus menyadari bahwa kemasan bukan hanya sekedar pembungkus produk belaka. Kemasan adalah branding, dan berkaitan dengan daya tarik visual. Karena berkaitan dengan daya tarik visual, maka fungsi kemasan terkait dengan unsur-unsur grafis, sedangkan daya tarik praktis lainnya seperti efektivitas dan efesiensi yang terdapat pada suatu kemasan, misalnya berbagai kemudahan yang sehingga kemasan mudah dipajang, dibawa, dibuka, dan lain sebagainya. 

Ketika daya tarik visual ini diserap oleh persepsi pelanggan, menurut Nasrullah, akan terjadi reaksi pelanggan terhadap produk di tempat penjualan. Menurut Nasrullah, lebih mudah bagi pelanggan untuk mengambil keputusan membeli sebuah produk jika telah memiliki perspektif positif dan daya tarik secara visual terhadap produk tersebut.

“Kita juga mudah membranding produk jika sudah terbentuk persepsi positif dan memiliki daya tarik visual,” ujarnya.

Saat memasarkan produk, lanjut Nasrullah, kemasan merupakan hal pertama dalam proses membranding produk. Menurut kajian para pakar pemasaran, dari seluruh kegiatan penginderaan manusia, 80 persen adalah penginderaan yang dilakukan melalui penglihatan. Dengan memberikan kemasan yang tepat persepsi pelanggan akan berubah.

Menurut Nasrullah, sebuah kemasan harus memiliki daya tarik visual dan kepraktisan.  Karenanya kemasan nukan sekedar ada, tetapi harus menjadi bagian dari bisnis kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra,tipografi, dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Desain kemasan berlaku untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi, dan membedakan sebuah produk di pasar.

Pengalaman pengusaha UMKM, Riska Wahyu Romadhona dan suaminya Anggara, yang memproduksi  Talas Bogor 'Sangkuriang' barangkali dapat dijadikan contoh dalam kasus ini.

Ia telah menciptakan produk Talas Bogor “Sangkuriang” dengan kemasan yang berbeda dengan kemasan produk sejenis lainnya. Dalam kemasan yang dibuat Riska dan Anggara merancang secara khusus dengan mencantumkan  beberapa destinasi wisata Bogor dengan situs-situs bersejarah peninggalan Kerajaan Tarumanagara dan Pajajaran pada kemasannya. Ini yang membuat produk ini memiliki ciri yang berbeda dengan lainnya.

Bahkan kehadiran oleh-oleh Lapis Talas 'Sangkuriang' ini telah membentuk trademark baru bagi dunia pariwisata Kota Bogor, yang memperkuat citra dan persepsi baru kota bogor sebagai Kota Wisata dan kota Oleh-Oleh Jajanan Talas yang nikmat.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari