Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Investasi Alternatif di Batu Permata Kenapa Tidak?
Kamis, 18 Juni 2015 06:14 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Pertengahan tahun lalu, saat batu akik belum semeriah seperti sekarang di Indonesia, Majalah Wirausaha dan Keuangan berkesempatan berkunjung di sentra penjualan batu permata di Beijing China. Pertengahan Mei tahun ini, Majalah ini  juga sempat berkunjung ke sentra penjualan batu permata di Seoul, Korea Selatan.

Berbeda dengan di Beijing dan Seoul, para pengunjung yang datang ke gerai-gerai Batu Permata di kedua kota tersebut benar-benar mencari batu permata atau batu mulia untuk perhiasan,  sekaligus mencari batu permata dan batu mulia untuk sarana investasi.

Di Indonesia, orang-orang datang berduyun-duyun ke gerai-gerai penjualan batu permata dan batu mulia untuk mencari batu ‘bertuah’ yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan sekaligus meningkatkan kewibawaan. Batu permata benar-benar telah dijadikan perhiasan dalam arti yang sesungguhnya, namun sedikit sekali yang berfikir untuk investasi.

Yoyon (46), misalnya. Pewirausaha asal Bekasi ini rela berburu batu permata dari beragam daerah untuk melengkapi koleksi perhiasan yang diinginkannya  dengan harga jutaan rupiah per bijinya. Saat ditanya apakah koleksi batu permata juga untuk investasi? Ia menampiknya. Ia sama sekali belum pernah berfikir bahwa batu permata yang digunakan saat ini dapat dijadikan sarana untuk investasi yang menguntungkan.

 

Berbeda

Berbeda dengan Indonesia, Srilangka, seperti yang pernah ditulisDH Ariyaratna, seorang ahli Geologi Indonesia dalam bukunya : Gems of Sri Lanka,  (Sri Lanka National Gem and Jewelery Authority, September 2013), ia mengungkapkan  Srilangka telah menjadikan batu permata sebagai komoditas ekspor  negara ini hingga saat ini. Jenis batu permata yang diekspor Srilangka antara lain jenis ruby dan safir.  

Seiring dengan perkembangan industri fashion dan dunia batu permata yang telah menempatkan batu permata sebagai perhiasan berkualitas tinggi, maka Srilangka juga mengekspor berbagai jenis batu permata  dengan tingkat kekerasan yang sama dengan ruby dan safir, yakni 9 pada skala Mohs. Skala Mohs adalah ukuran atau standarisasi daya tahan batu permata dari goresan dan abrasi, dengan skala Mohn ditentukan bahwa diamond (10 skm), Corundum (9 skm), Topaz (8 skm), Quartz (7 skm),  Feldpar (6 skm), Apatit (5 skm), Flourite (4 skm), calsite (3 skm), Gypsum (2 skm), Talc (1 skm).  

 Batu Permata

Batu Permata Masih Sebatas Citarasa

Batu permata dan batu mulia diperdagangkan dalam berbagai jenis, varietas, warna dengan beragam harga. Rasa suka dan citarasa menjadi hal yang sangat penting disini.

Alkisah ada seorang yang memiliki batu biasa-biasa saja, karena ia mampu meyakinkan orang lain tentang khasiat dan dampak yang dapat ditimbulkan dari penggunan batu tersebut, maka batu yang ia tawarkan terjual dengan harga tinggi.

Di Indonesia, penjualan batu permata masih banyak yang ‘dibumbui’  dengan klenik-klenik atau kepercayaan yang sebenarnya tidak berkaitan dengan kualitas batu permata, namun hal-hal semacam inilah yang justru dapat menyedot calon pembeli untuk tertarik, dan penjual berhasil melepas batu permata miliknya dengan mematok harga tinggi.

Padahal dalam dunia internasional,  penjualan batu permata telah memiliki standar, baik dalam menaksir kualitas dan harganya.   

 

Sebagai Investasi Alternatif

Banyak orang yang bertanya, apakah batu permata dapat dijadikan sebagai alat investasi? Jenis batu permata apa yang dapat dijadikan investasi?

Batu permata memiliki kekhasan dan tempat dihati semua orang di dunia. Batu permata bukan hanya sekedar sebagai perhiasan, tetapi kini telah menjadi alat investasi alternative selain property, saham, emas, dan bahkan lukisan.

Dalam historis ekonomi yang berkembang di masyarakat, batu permata mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan harganya stabil dan cenderung meningkat setiap tahun. Tak hanya itu, batu permata juga diakui oleh dunia internasional sebagai alat transaksi dan alat tukar yang valid dan berlaku dimana saja di dunia.  

Sesuai dengan hukum pasar, jika permintaan tinggi dan persediaan terbatas maka harga akan bergerak naik, sedangkan batu mulia tidak dapat dicairkan seperti logam emas. Oleh karena itu, batu permata dan batu mulia yang memiliki ukuran yang besar memiliki nilai investasi yang menguntungkan dan harga jualnya juga jauh lebih tinggi di masa depan.

Batu mulia terbentuk dari mineral yang di proses secara alami dalam kurun waktu ratusan sampai ribuan tahun, oleh karena itu para kolektor dan penggemar batu mulia adalah termasuk orang-orang yang beruntung dimasa depan.  

Dalam pandangan masyarakat awam, setiap benda yang memiliki kecenderungan harga yang meningkat nilai dan harganya setiap tahun berpotensi menjadi sarana investasi, dan menjadi asset yang harus dimiliki.

Pertanyaannya,  jenis batu permata apa yang nilainya terus meningkat dan dapat dijadikan sebagai asset investasi?.

Sejumlah ahli di bidang investasi menyarankan agar batu permata dijadikan salah satu investasi alternative, karena batu permata adalah mata uang asli yang memiliki ketahanan dan daya tahan yang tinggi terhadap inflasi, terlebih terhadap inflasi yang tinggi yang sering terjadi seperti di Indonesia.

Namun para ahli investasi itu juga menyarankan agar bentuk batu permata yang diinvestasikan adalah jenis batu permata yang masih dalam bentuk batu mulia, bukan dalam bentuk yang sudah diolah menjadi perhiasan terlebih dalam ukuran kecil.

Sebuah catatan penting disebutkan oleh pakar investasi, bahwa batu permata yang menjadi alat investasi tersebut adalah harus benar-benar batu permata yang asli agar terhindar dari penipuan dan kerugian.

Penting hal ini dikemukakan karena hingga saat ini di Indonesia belum ada standarisasi mengenai regulasi yang mengatur mengenai perizinan dan pengawasan mengenai batu permata.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari