Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Membidik Segmen
Selasa, 07 April 2015 07:42 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh Djati Sutomo 

Strategi pukul rata, adalah sebuah konsep ‘warung besar’ yang diperkirakan dapat melayani semua segmen. Misalnya, jika membuka gerai usaha kuliner, dengan menyediakan aneka  menu standar dengan harga menengah yang dapat dijangkau secara luas oleh semua orang dengan budget berbeda-beda.

Misalnya, menyediakan menu bakmi, nasi goreng atau aneka jenis makanan dengan harga seharga Rp12.000 – Rp 15.000,  atau minuman seharga Rp8.000 – Rp 15 .000 dalam suasana resto/warung umum yang kira-kira dapat diterima semua segmen.

Pendekatan ini mirip yang dilakukan oleh produsen rokok atau minuman ringan, bukankah Gudang Garam diisap baik oleh tukang, abang becak sampai direktur perusahaan?  Demikian pula Teh Botol atau Coca-Cola disukai oleh segala lapisan masyarakat.

Kalau kemampuannya memungkinkan, kita pun dapat memilih strategi beberapa produk berbeda (differentiated) melayani beberapa segmen dengan produk-produk yang berbeda.  Kita dapat membuat satu warung untuk karyawan berbudget di bawah Rp10.000,  dan satu kafe lagi untuk para karyawan berbudget di atas Rp 20.000, inilah, dulu,  yang kira-kira dilakukan oleh Ferry Tristianto, si Raja Factory Outlet (FO) dari Bandung yang mengembangkan lebih dari 10 jenis FO dengan masing-masing segmen yang berbeda.  Untuk segmen ekonomis dibuatlah “The Big Price Cut”, untuk segmen berduit didirikan “The Rich and Famous”, bagi muslim taat dikembangkan “The Emirates”, sedangkan bagi penggemar busana oriental dipersembahkan “China Emporium”.   Masih ingat beberapa maskapai juga menerapkan strategi yang sama bukan, dan beberapa industry makanan juga demikian.

Membidik Segmen, Strategi Berwirausaha

Bagi pebisnis mikro dan kecil, yang paling dianjurkan adalah memilih strategi konsentrasi (concentrated). 

Jika sumber daya terbatas, maka sebaiknya konsentrasikan semua sumber daya pada satu segmen.   Dalam konteks promosi, serangkaian tindakan komunikasi harus dilakukan agar segmen yang dibidik mengenal dan loyal terhadap kita.  Pastikan bahwa segmen yang kita pilih nantinya benar-benar dapat kita jangkau dan akrabi secara berkelanjutan sampai kita benar-benar dikenal dan disenangi oleh mereka.

Memang menjadi pemain bisnis yang bisa membidik berbagai segmen tampaknya membanggakan, tapi nanti dulu!  Cabang warung yang  banyak apalagi dengan konsep yang berbeda-beda memerlukan manajemen yang kompleks dan sistem yang kuat. 

Menjaga kepuasan dan komunikasi pelanggan serta merawat konsistensi konsep usaha sesuai standar di banyak tempat tidaklah mudah.  Satu atau dua tempat tapi terawat baik lebih baik daripada banyak tapi jorok, kotor dan merana.

Dari satu pun kalau standar sudah tercipta dengan baik, tak tertutup kemungkinan untuk berkembang secara cepat. 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari