Tanggal Hari Ini : 21 Apr 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
WHY YOUR BUSINESS STOP GROWING
Senin, 10 Juni 2013 13:27 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Setiap pemilik bisnis pada waktu mereka membangun bisnis itu berharap bisnisnya tumbuh terus berlangsung selama-lamanya, tetapi kenyataannya statistik membuktikan itu tidak terjadi, bisnis itu banyak sekali yang tidak tumbuh bahkan statistik membuktikan pada tahun ke 10 hanya 4% yang bertahan.
    Kalau kita lihat, apa penyebab utamanya? Ternyata penyebab utamanya karena pemilik bisnis itu tidak “work on the business” tetapi “work in the business” atau mereka tidak membangun laverage atau dongkrak di bisnis. Apa saja dongkrak yang perlu dibangun di bisnis? Itulah yang menyebabkan bisnis itu tumbuh atau tidak tumbuh.

Financial
    Secara financial banyak pemilik bisnis yang tidak cukup menguasai financial,atau tidak membangun dongkrak yang cukup di financial. Pertama kali membangun bisnis mereka mikirnya sederhana yaitu dia punya gambaran entah itu berupa produk atau jasa setelah itu dijual kembali, misalnya belinya Rp10.000 lalu bisa dijual kembali Rp15.000 atau bahkan Rp12.000 atau Rp11.000 itu sudah untung. Berdasarkan hal itu ya sudah bisa menjalankan bisnis boleh melakukan penjualan dan pembelian.
    Biasanya, yang mereka pahami adalah selama saya punya uang untuk membeli barang, saya akan membeli barang lalu saya jual lagi lalu hasilnya saya akan pergunakan untuk beli barang lagi lalu jual lagi, begitu seterusnya. Awalnya biasanya seperti itu.
    Seiring bertumbuhnya bisnis, sesungguhnya bisnis ini makin berjalan dengan makin kompleks ternyata tidak hanya beli berapa, dijual berapa lalu menghasilkan. Ada masalah-masalah lain yaitu :


Cash flow itu Tidak
Sama dengan Profit and Loss
    Jika dilihat sekilas, kita akan melihat bila kita menambahkan asset maka cash flow yang didapatkan akan bertambah, namun jika kita teliti lebih dalam lagi, yang terjadi adalah penurunan convertion rate, pada contoh A sales on asset mencapai 100% namun pada contoh B hanya 75%. Jadi fokusnya bukanlah menambahkan asset, karena apabila convertion rate di samakan dengan contoh A, untuk mencapai 30% hanya memerlukan penambahan asset sebanyak 20 (120) bukan 200 dengan kata lain sisa asset 80 itu tidak bernilai.  
    Penyebab bisnis tidak tumbuh secara financial adalah bisnis owner cenderung lebih fokus pada hal yang berwarna biru, padahal seharusnya Bisnis Owner harus lebih fokus kepada yang berwarna merah. Yaitu dengan meningkatkan prosentase nya maka dengan otomatis akan meningkatkan yang berwarna biru. Karena tinta biru adalah hasil sementara tinta merah adalah hal yang bisa ditingkatkan untuk mendapatkan hasil lebih.
    Jika Bisnis Owner tidak membangun tools-tools untuk  mengendalikan dan mengimprove yang berwarna merah maka bisnisnya tidak tumbuh bahkan tidak menyadari bisnisnya tidak tumbuh.

Tidak Menumbuhkan Demand dan Supply secara Seimbang dan Continue
    Ini adalah seperti aliran pipa, pada saat demand tumbuh, biasanya pada awal bisnis pengusaha menyediakan supply misalnya untuk rumah makan, dia menyediakan kursi 1000 berarti dia siap menyediakan supply untuk 1000 customer. Lalu suatu saat demand berkembang sehingga menyebabkan demand naik menjadi 1500, sementara supply tidak berkembang sehingga sekitar ada 500 customer tidak terlayani.
    Seharusnya saat demand 1500 supply juga harus ditambahkan. Masalah selanjutnya biasanya yang menjadi Demand and supply-nya adalah si bisnis ownernya sendiri sehingga waktunya terbatas kan untuk melakukan itu semua dan akhirnya tidak tercover dengan baik.

Karena Mereka Tidak Membangun atau Menjadikan Customer sebagai Investasi
    Waktu mereka berusaha mendapatkan revenue,  revenue sebetulnya didapatkan dari:
    Banyak yang tidak mengendalikan angka-angka yang merah, tapi cenderung konsen di angka yang biru. Padahal yang biru adalah hasil. Yang merah adalah penyebab, jadi kalau kita tidak membangun yang merah, kita tidak akan dapat yang birunya.

Tidak Menciptakan Produk Servicenya untuk Menciptakan Customer yang Raving Fans.
    Kebanyakan bisnis owner fokus men-jadikan customernya menjadi shopper, yaitu belanja sekali-kali. Jarang sekali yang focus untuk bagaimana caranya untuk membuat customer tersebut WOW sehingga selama-lamanya akan menjadi customer anda bahkan mereferensikan anda ke orang lain. Ketika kita men-ciptakan produk service yang tujuan nya agar customer raving fans, kita akan focus ke bagaimana cara delivery yang memenuhi semua kebutuhan customer.
     Tidak menjadikan team sebagai investasi, Tidak menciptakan team atau men-design team menjadi raving fans.  Ketika Bisnis Owner menciptakan atau mendesign team menjadi raving fans, Team akan selalu ingin berada di bisnis anda dan bahkan mereka melakukan yang terbaik untuk bisnis anda. Proses ini bias terjadi ketika anda sudah melewati proses menjadikan team anda sebagai investasi.
Most of Bisnis Owner Spending their time not invest their time. Bisnis Owner menggunakan waktunya untuk sesuatu yang urgent/ tidak penting, ini terjadi karena biasanya mereka tidak tahu apa yang yang penting di bisnisnya. Contoh : Lebih banyak mana?  Mereka spending their time untuk mengkhawatirkan sales atau melakukan dan menjalankan strategy untuk menambahkan number of transaction? Biasanya lebih banyak mengkhawatirkan sales, padahal meng-khawatirkan sales bukanlah hal yang penting. Jadi lebih banyak menggunakan waktu yang urgent but not important.
Bisnis Owner NOT GROW. Bisnis Owner tidak meningkatkan dan membangun kembali Dreamsnya, tidak membuat dirinya bertumbuh.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari