Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Dampak Inflasi Bagi Pengusaha Kecil
Selasa, 26 Februari 2013 10:06 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Kita sering mendengar  kata-kata inflasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan usaha, inflasi juga menjadi bagian yang diperhitungkan untuk merencanakan bisnis yang sedang berjalan, dan yang akan datang.
Secara umum, inflasi sering didefinisikan sebagai proses meningkatnya (naiknya) harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinyu) berkaitan de-ngan mekanisme pasar yang dapat dise-babkan oleh berbagai faktor, antara lain, faktor konsumsi masyarakat yang   me-ningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang yang menyebabkan harga barang naik. Misalkan dengan uang Rp.800 semula dapat dibelikan sebungkus mie, maka ketika harga mie naik menjadi Rp 900 misalnya, kita tidak dapat lagi membeli sebungkus mie yang sama dengan harga yang sama. Kenaikan harga sebungkus mie dari Rp800 menjadi Rp900 atau naik sekitar  12,5%  adalah inflasi yang memberikan dampak nilai uang kita turun sehingga mengurangi kemampuan daya beli.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

Dampak Inflasi
Katakanlah disebuah warung sederhana yang menjual mie, maka dampak ketika sedang terjadi inflasi (harga yang naik) bagi pemilik warung adalah sangat tergantung kepada siapa pelanggannya. Kalau sebagian besar pelanggannya adalah orang berpenghasilan tetap seperti orang yang digaji harian, mingguan, atau  bulanan maka ada kemungkinan terjadi-nya penurunan penjualan mie.

Dampak Inflasi Bagi Pengusaha Kecil

Penurunan itu tentunya disebabkan karena merosotnya daya beli akibat inflasi. Dalam kondisi daya beli yang menurun.maka bisa terjadi seorang pelanggan yang biasanya membeli mie sebungkus tiap harinya , maka disaat harga mie naik ia akan mengurangi pembelian sehingga hanya akan membeli mie setiap dua hari sekali. Kalau ini yang terjadi dampak yang langsung dirasakan adalah menurunnya penjualan mie.
Namun penjualan mie akan berjalan normal kembali apabila pendapatan pembeli juga meningkat naik, atau harga jual mie tidak dinaikan, atau terjadi peralihan pembelian dari semula banyak yang membeli telur dibandingkan membeli mie, maka disaat harga mie naik, maka alokasi uang untuk membeli telur dialihkan untuk membeli mie. Jadi dari sisi kesejahteraan terjadi penurunan yang semula makan menggunakan telur sekarang hanya mie saja.
Daya beli kita tidak bisa menurun seandainya minimal pendapatan kita juga naik sebesar inflasi, tetapi manakala kenaikan pendapatan selalu lebih rendah dari inflasi, maka sepanjang itu pula daya beli masyarakat akan menurun.
Dampak inflasi yang paling mengenaskan adalah terjadinya retribusi kese-jahteraan dari kalangan berpenghasilan tetap ke kalangan yang berpenghasilan tidak tetap naik lebih besar atau sama dengan tingkat inflasi.
Harga mie memang belum tentu akan naik sama persis sebesar tingkat inflasi, sebab produsen juga akan berfikir kalau harga mie dinaikan terlalu tinggi, sama juga nasibnya seperti pemilik warung di atas, yaitu akan kehilangan pembeli atau penurunan pembelian dari pelanggannya

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari