Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Herman Susanto Kalau Mau Sukses Miliki Mindset Bisnis yang Benar
Jumat, 05 Oktober 2012 16:04 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Mengapa banyak pemilik bisnis kehilangan arah selama menjalankan bisnis, bahkan putus asa dan berhenti menjalankannya? Bahkan ada yang bertahun-tahun menjalankan bisnis dari itu ke itu saja, tidak juga tumbuh, tidak juga berkembang, dan tidak menemukan tujuan yang jelas dari bisnis yang dijalankan. Apa kendala dan masalahnya? Berikut penuturan Herman Susanto, pelatih bisnis, dan pemegang lisensi ActionCOACH Wilayah Jakarta dan sekitarnya ini kepada Majalah wirausaha dan Keuangan.

Miliki Mindset Menurut Herman, setelah mencermati begitu banyak usaha yang dijalankan pewirausaha mengapa sulit berkembang, ternyata menurut penilaiannya, karena ada kesalahan mindset. “Banyak pemilik bisnis memiliki mindset (pola pikir) bahwa bisnis adalah beban bukan kesempatan. Tak heran mereka lebih mudah frustasi dari pada antusias selama menjalankan bisnis.Mereka berpikir, bisnis adalah beban, bukan kesempatan,” ujar alumnus University of Southern California Amerika ini kepada majalah WK. Kesalahan mindset tersebut, lanjut Herman, umumnya terjadi karena adanya cara berfikir bahwa bisnis yang dijalankan dengan system dan berjalan secara otomatis hanyalah mitos, bukan kenyataan.

Dan mindset yang paling merusak, menurut Herman adalah bisnis adalah alat mencari uang, bukan sarana untuk membantu banyak orang untuk mencapai tujuan mereka. “Kami mengajarkan mindset itu. Mindset yang benar. Mindset tentang bagaimana membangun bisnis yang benar, bukan menjalankan bisnis. Artinya, ada deadline kapan Anda harus berhenti membangun, dan mulai menikmati hasil dari bisnis tersebut,” cetusnya.

Sebagai seorang pemilik bisnis yang berwawasan entrepreneur, Anda, lanjutnya, harus menguasai mindset sebagai seorang pengusaha yang memiliki sistem bisnis otomatis. Tanpa mindset itu, selamanya Anda akan terkunci dibisnis anda dan akan bekerja seumur hidup bersama karyawan yang Anda gaji. Lantas bagaimana memperbaiki mindset yang benar tentang bisnis? Untuk melakukan rekontruksi terhadap mindset bisnis yang sudah terlanjur menyimpang Herman memiliki beberapa resep.

Pertama, Anda sebagai pemilik bisnis harus menyadari bahwa bisnis dibangun di atas kesadaran untuk membantu lebih banyak orang. Semakin banyak yang terbantu lewat bisnis kita, semakin berdaya guna bisnis kita.

Kedua, bisnis yang baik adalah bisnis yang bermanfaat bagi banyak orang, dan satu-satunya alasan mengapa kita membangun bisnis adalah karena bisnis itu bisa membantu banyak orang tanpa keterlibatan kita secara langsung.  “ Alasan yang kedua inilah mengapa penting membangun system bisnis yang benar. Dengan sistem bisnis yang baik, bukan saja pemilik bisnis itu sendiri yang merasakan manfaatnya, customer atau masyarakat umum pun akan merasakan betapa efisien peran sistim bisnis ini,” lanjutnya.

Kisah Emro dan Pipo Dalam membangun system bisnis, Herman menganalogikan cara berbisnis yang dilakukan oleh Emro dan Pipo. Emro dan Pipo adalah nama kiasan yang menggambarkan tentang bagaimana kita mencapai kejayaan berbisnis dan dengan cara apa kita menggunakannya. Emro, lanjut Herman adalah pemuda yang bertubuh besar. Ia pengangkut ember yang rajin. Pun Pipo. Keduanya bertugas untuk mengambil air dari mata air di atas pegunungan menuju lembah yang rendah dimana merekatinggal. Emro menggambarkan pebisnis yang mengandalkan bekerja keras, sementara pipo mengandalkan bekerja cerdas.

Pipo menyadari, jika ia melakukan apa yang Emro lakukan, maka sampai kapan pun hasilnya akan sama bahkan selalu berkurang seiring dengan faktor usia. Pipo bekerja cerdik, ia menciptakan sistem pipa untuk mengangkut air dari mata air menuju pengambilan air, dan ketika sistem pipa airnya selesai, selamanya ia bisa membantu lebih banyak orang namun dengan usaha yang lebih kecil bahkan tanpa usaha sedikit pun. Ini adalah konsep dasar leverage dan sistim bisnis. “Inilah makna sistem bisnis yang dimaksud, bahwa untuk menciptakan bisnis yang langgeng, bahkan berjalan tanpa kehadiran kita tapi terus menghasilkan, Anda perlu ide yang lebih baik. Buat sistem bisnis seperti Pipo, dan nikmatin hasilnya seumur hidup, bahkan hingga 7 turunan,” ujar Herman.

Semua yang dibicarakan di atas tadi, menurut Herman adalah seputar mindset. Pola pikir Emro, si pengangkut ember, selalu berpikir, semakin keras bekerja, hasilnya semakin baik. Namun pertanyaannya, sampai kapan kita bisa bekerja keras ? Faktor usia sangat menentukan. Namun pola pikir Pipo amat bijak. Sementara dia masih menjadi pengangkut ember, ia menyisihkan waktu untuk membangun sistem pipa air, dan ketika selesai sistem pipa airnya itu, hasilnya menjadi pasif income. “Bisnis bisa jalan sementara Pipo bisa jalan-jalan, dan tetap menghasilkan,” ujarnya.

Berbicara tentang mindset, Herman juga memiliki analogi lainnya, yaitu tentang analogi sebuah mobil. Sebuah mobil, lanjut Herman, terdiri dari berbagai mesin yang diciptakan dengan sistim yang teruji. Jika ada komponen yang salah pasang, misalnya motor penggerak kurang tepat, maka mobil tak akan bisa berjalan, demikian sebaliknya. Jika mesin mobil dirakit dengan benar, siapapun bisa menjalankan mobil itu, tak harus Anda sebagai pemilik mobil.

Hal serupa juga sama di bisnis, permasalahannya bukan siapa yang menjalankan mobil itu, tetapi apakah mesin mobil itu sudah layak jalan? Bukan siapa yang menjalankan bisnis Anda, tetapi apakah bisnis Anda sudah layak jalan ? Dari dua analogi di atas, Herman mengajak para pebisnis untuk belajar dan mengesampingkan kemustahilan bisnis. “Jika Anda masih memiliki mindsettentang kemustahilan bisnis, dan otomatis, coba renungi kembali kisah Emro dan Pipo diatas. Ternyata kekeliruan mindsetbisa berakibat fatal bagi kelangsungan hidup bisnis Anda jangka panjang. Anda ingin seperti Pipo atau Emro ? Pilihan ada di tangan Anda.

Satu Juta Pengusaha Berpenampilan tenang. Gaya berbicaranya yang pelan, namun memiliki aura semangat yang mendalam tentang keinginannya untuk menciptakan lebih banyak lagi pewirausaha-pewirausaha baru yang ‘memiliki system bisnis yang baik’ di Indonesia. Usai menyelesaikan kuliahnya di USA, Herman langsung menjadi pebis-nis dengan meneruskan usaha kedua orang tuanya yang bergerak di bidang perkapalan. Namun passionnya untuk menjadi bagian dari kebangkitan bisnis adalah hal yang sangat membahagiakan dirinya.

“Saya makin sadar, negeri ini memerlukan pengusaha berwawasan bisnis yang terbaik, karena itu sejak awal saya mencari industri pelatihan bisnis yang bisa mewujudkan impian saya, yaitu ingin mencetak satu juta milyarder-miliarder baru melalui ActionCOACH,” cetusnya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari