Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Jaya Setiabudi Gunakan Strategi Agar Tak Bangkrut
Jumat, 05 Oktober 2012 15:22 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Banyak orang bertanya dalam hati-nya masing-masing, bisakah saya menjalankan bisnis? Pertanyaan itu begitu kuatnya sehingga mempe-ngaruhi keberanian seseorang untuk memulai bisnis. Menurut Jaya Setiabudi, direktur Young Entrepreneur Academy ini, ada strategi khusus yang. Pertama, menurut Jaya, gunakan bahasa negative, karena biasanya orang akan cepat paham bila menggunakan konotasi negative ketimbang konotasi positif. Penggunaan kata kunci yang lebih dikenal orang dan konotasinya negative.

Contoh soal nama sebuah warung makan yang menggunakan nama negative lebih cepat dikenal dibandingkan nama positif. Lihatlah ‘rawon setan’. Dari namanya saja konotasinya negative, tetapi untuk makan saja kita harus antri lama, bila menggunakan nama biasa saja belum tentu bisa seramai itu.Kalau Gagal Jangan Putus AsaAda sebuah kesepahaman bersama yang harus dilalui oleh seorang peng-usaha, yaitu jika gagal jangan langsung putus asa. Gagal, menurut Jaya merupakan suatu yang biasa bagi para pengusaha. “Gagal dan berhasil adalah sebuah permainan, suatu saat ada peluanguntuk berhasil, namun ada juga peluang untuk gagal,” cetusnya.

Bangkrut, menurut Jaya juga bukan hal yang negative. Orang yang sukses pasti pernah bangkrut. Begitu juga dengan orang yang sedang sakit, kalau sembuh pasti lebih bugar. Karena itu menjadi pengusaha harus terbiasa dengan kondisi yang berubah-ubah, mau sukses mau bangkrut semua harus dipandangbiasa-biasa saja. Cari Penyebab dan Perbaiki Kesalahan Ketika anda mengalami kegagalan yang harus anda lakukan menurut Jaya adalah mencari penyebabnya, lalu mencari jalan keluar bagaimana mengatasi permasalahan tersebut.

Terkadang seorang pengusaha tidak pernah melakukan check cashflow dengan baik, sehingga yang terjadi adalah bisnis berjalan tidak seperti yang diharapkan. Kedua, lanjut Jaya, sebagai seorang pengusaha, jangan terlalu memikirkan penampilan. Saat pertama kali membangun usaha, biasanya ia membangun dengan ala kadarnya, dengan apa yang ada dan apa yang ia miliki. Jika awal-awal usaha sudah berfikir penampilan, maka biasanya tipe pengusaha tersebut ‘kosong’. Karena lebih mementingkan penampilan dibanding isinya. Akibatnya, biasanya mereka lebih suka ‘berhutang’ padahal usaha belum berjalan dengan baik tetapi hutangnya sudah menumpuk.

Cari Lokasi yang Tepat Pilihlah lokasi usaha yang tepat, yang pakai perhitungan. Lebih baik bayar mahal dari pada menggunakan tempat usaha di lokasi yang sepi. Kalau modal yang dimiliki tidak mencukupi untuk membayar lokasi yang strategis, carilah investor atau mitra untuk melakukan kegiatan usaha yang didasari bagi hasil dengan pemilik tempat. Jangan Tergesa-Gesa Menjadi Polibisnis Setelah satu bisnis berjalan deng-an baik, jangan tergesa-gesa menjadi polibisnis. Fokus menjalankan satu jenis usaha akan lebih baik karena jika usaha yang dijalankan belum baik akan mudah tercerai berai dan berantakan.

Agar bisnis lebih dikenal, buatlah konsumen mengingat produk Anda. Bika Ambon tidak dijual di Ambon tapi di Medan, bolu gulung ada dimana-mana, tetapi mengapa Miranti yang terkenal dan mempopulerkannya. Hal ini karena mereka fokus mengembangkan usaha. Jika fokus hal itu akan membuat anda kaya. Jangan Terburu-Buru Difranchisekan Jika memiliki usaha, jangan terburu-buru difranchisekan. Lakukan test market terlebih dahulu dengan membuka cabang di luar daerah atau kota yang berbeda. Kalau tetap ingin menjual franchise jualah usaha yang sudah pro-fit, mengapa? Bila Anda menjual usaha yang sudah profit, pembeli akan senang dan mereka tertarik untuk membeli lagi, dan mereka juga akan cerita kebadakerabatnya. Ini akan menguntungkan dan menciptakan reputasi bagi anda.

Buatlah Proyeksi Cashflow Buatlah proyeksi cashflow untuk memproyeksikan kemampuan usaha anda ke depan, dengan membuat pro-yeksi bulan depan harus membayar apa saja. Membuat proyeksi cashflow jauh lebih baik dibanding membuat neraca laba rugi. Semakin meningkat bisnis anda semakin besar uang yang harus anda keluarkan. Anda untung, tetapi cashflow anda minus, apa maknanya? Dalam mengelola bisnis ada beberapa
macam cashflow, pertama, cashflow harian.

Usaha jenis ini jenisnya antara lain restorant, service/jasa, jual beli produk, dll. Usaha cashflow harian ini tipikalnya keuntungannya kecil tetapi perputarannya cepat. Kedua, cashflow bulanan, seperti bisnis sekolahan atau rumah kos. Ketiga cashflow semesteran, jenis bisnisnya seperti usaha bimbingan belajar atau kursus. Keempat cashflow tahunan biasanya bisnis rumah kontrakan, sewa lahan, sewa gedung, kontraktor, dll. Bila bisnis sudah berjalan, buatlah laporan keuangan secara terpisah, yaitu laporan kas, dan laporan keuangan. Laporan kas dan laporan keuangan jangan disatukan. Selain itu uang hasil omzet tidak boleh menginap, terlalu lama. Budaya orang kita bila uang sudah menginap ada saja alasan untuk menggunakannya. Kita juga harus waspada terhadap uang yang kita simpan dan kita gunakan.

Berhati Besar Jika Berpartner dengan Orang Lain Harus memiliki hati yang besar bila menjalankan bisnis secara berpartner dengan pihak lain. Harus legowo tidak suka marah jika melihat partner tidak bekerja atau tidak berkontribusi dalam usaha yang dibuat bersama. Untuk menghindari adanya konflik dengan partner bisnis, hindari mencari partner lebih dari tiga orang. Kemudian tentukan siapa ketua kelompoknya, agar memimpin usaha yang anda buat bersama. Buat Terobosan Buatlah terobosan-terobosan dalam berbisnis. Ada tiga tipe pebisnis, yaitu tipe teknisian, tipe manager dan tipe entrepreneur.

Tipe teknisian bekerja di masa sekarang karena dia yang bertugas menjalankan bisnis, sedangkan tipe manager bekerja di masa lalu, karena dia bertugas meng-update laba rugi, melihat laporan keuangan, mengana-lisa usaha dan lain-lain. Sedangkan entrepreneur bekerja di masa depan, karena tugasnya melihat peluang-pe-luang bisnis yang akan dikembangkan, atau peluang-peluang baru yang dapat dibuat lagi. Saat pertama memulai usaha, 70 persen anda bertugas sebagai teknisian karena anda yang menjalankan usaha, 20 persennya anda menjabat sebagai manager dan 10 persen anda berwatak sebagai entrepreneur karena keberanian dan motivasi.

Namun langkah berikutnya, anda harus melakukan transformasi dengan menciptakan komposisi baru, yaitu 20 persen sebagai teknisian, 50 persen berprofesi sebgai manager, dan watak entrepreneurnya harus meningkat minimal menjadi 30 persen. Pada tahap ini anda sudah mulai menata manajemen, menciptakan system dan pendelegasian tugas, Tahun berikutnya job anda sebagai teknisian harus sudah zero atau nol, fungsi sebagai managernya tinggal 20 persen saja, dan fungsi sebagai entrepreneur harus me-ningkat serendah-rendahnya menjadi 80 persen.

“Saat itu pekerjaan anda hanya ngobrol dan mencari networking dan mencari ide baru,” cetus Jaya. Semua itu harus dilakukan secara tahap demi tahap, dan konsisten. Sebagai seorang pengusaha anda harus memiliki sifat percaya diri dan percaya pada orang lain. Saat membuka usaha persaingan luar biasa, kalau anda tidak kreatif, tidak bisa mencari peluang, maka dipastikan usaha anda susah untuk bertahan. Jika ada masalah, rileks dulu, dan kemudian carilah jalan keluarnya. Carilah tombol kerileksan anda, karena semakin anda rileks, semakin anda mampu menemukan jalan keluar terbaik. Dengan melakukan strategi tersebut, maka anda akan mudah menjalankan bisnis.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari