Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Action Plan dan Strategi Memulai Bisnis Developer Property
Rabu, 15 Agustus 2012 11:26 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

 

(Bagian ke-2)

Oleh Ir Rahman Filzi MT, Developer              

Pada WK edisi terdahulu telah diulas mengenai hal terpenting dalam bisnis developer property, serta mitos yang sering keliru tentang bisnis developer property. Sekarang kita kan membahas kekuatan-kekuatan bisnis property , cara menghitung cashflow propeyk yang dinamis , serta cara memulai bisnis property tanpa modal atau dengan modal sedikit.

Kekuatan Bisnis Developer Property

Pertama, bahan baku bisnis ini adalah tanah. Tanah terbatas jumlahnya, tanah tidak dapat diproduksi dalam arti jumlahnya sangat terbatas. Tanah tidak membusuk sehingga risiko rusak juga kecil. Tanah harganya cenderung naik setiap tahun, dan tanah sangat kebal krisis.

Kedua, sumberdaya bisnis developer property sangat erat hubungannya dengan lokasi. Lokasi adalah hal terpenting dalam bisnis property, karena itu lokasi property yang berada di tempat strategis menjadi kekuatan bisnis ini. Jika sebuah proyek property berada di lokasi yang strategis dan memenuhi syarat berada dalam lingkaran tempat strategis maka siapapun pengembangnya (developernya) tidak perlu ada strategi pemasaran yang njlimet untuk memasarkannya, bahkan dengan bahasa yang sederhana, menjual dengan tanpa strategi marketing yang rumitpun property akan terjual secara cepat. Lokasi sangat menentukan.

Ketiga, pembelian lahan bisa dilakukan dengan dana kecil bahkan tanpa modal. Mengapa hal ini bias terjadi? Karena bisnis developer property sangat mengandalkan negoisasi. Pemilik tanah sangat sensitive dengan siapa ia akan menjual tanahnya. Karena itu seorang developer property yang memiliki kekuatan bernegoisasi bias saja mendapatkan tanah dengan berbagai cara tanpa harus mengeluarkan modal, bahkan dengan modal sangatminim. Cara tersebut bisa dalam bentuk kerjasama,  yang terikat dalam satu proyek atau kegiatan usaha bersama yang saling menguntungkan, antara developer, pemilik tanah, dan bahkan investor.

Keempat, jika lahan sudah dapat dikondisikan, dalam pengertian siap dijadikan lahan proyek property, dengan status surat-surat kepemilikan yang jelas (SHM), IMB, serta surat pendukung lainnya, maka modal kerja bias didapat dari bank. Pihak bank sangat menyukai melakukan pembiayaan property karena ada dua keuntungan sekaligus yang diperoleh perbankan, yaitu keuntungan dari bunga kredit modal, dan keuntungan daru bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Kelima, developer memegang kendali otoritas harga. Kita tahu bahwa harga property secara subyektif ditentukan dan dikendalikan oleh developer. Hal ini karena adanya adanya keterbatasan-keterbatasan yang mengingat pada propeyk property. Lahan/tanah yang digunakan juga terbatas. Lokasi property juga sangat terbatas, tidak ada hal sama, serta jumlah permintaan lebih besar dari persediaan.Keenam, cash flow propyek property sangat dinamis, profit bisa meningkat seiring dengan progress proyek.

Hal penting dalam bisnis developer property adalah kemampuan menggunakan modal dari pihak lain (investor), kemampuan menggunakan pengalaman pihak lain, kemampuan menggunakan kepiawaian dan kekuatan pihak lain serta kemampuan menggunakan lahan/tanah orang lain untuk menjadikan sebuah bisnis property adalah hal yang sangat menentkan dalam bisnis developer property.

Meski bisnis developer property memiliki banyak kekuatan tetapi banyak juga yang mengalami kegagalan, hal ini karena banyak calon developer yang tidak emmpertimbangkan factor risiko, tidak mempersiapkan dengan baik, baik modal maupun team yang akn terlibat dalam proyek tersebut. Mempertimbangkan kelayakan proyek juga kurang, seringnya terjadi kesalahan parameter waktu, biaya dan risiko yang diperhitungkan. Kesalahan fatal lainnya yang sering terjadi adalah asal dapat mengerjakan proyek. Intinya seorang developer property mengalami kegagalan jika tidak emmahami linis bisnis property dengan baik. n Bersambung       

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari