Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Uang Bekerja Untuk Kita Bukan Sebaliknya
Jumat, 18 Mei 2012 08:26 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Dalam mindset mencari dan menangkap peluang, uang yang bekerja untuk kita, bukan kita yang bekerja untuk uang. Praktek sederhana tentang hal ini dilakukan Harun ketika mengembangkan dan memasarkan  produk-produk furniture miliknya. Paham bahwa produk furniturenya masih belum dikenal secara luas oleh kalangan perhotelan, Harun tidak menawarkan spring bed baru kepada hotel-hotel, tetapi menawarkan servis gratis jika ada spring bed yang rusak atau perlu perbaikan.

Di sinilah peluang itu muncul. Pertama, kesempatan untuk berkenalan secara lebih dekat dengan pengelola hotel dan manajemennya, dan yang kedua peluang adanya informasi berbagai produk furniture yang sering dibutuhkan oleh hotel tersebut.

“Saya pernah menerima servis spring bed 5 buah dalam sehari di sebuah hotel. Saya katakan kepada team saya yang memperbaiki springbed tersebut  bahwa semuanya gratis, bahkan kami memberikan bonus berupa meja kecil yang dapat diletakkan di kamar hotel tersebut,” ujarnya.Saat itu, lanjut Harun, saya sedang tidak mencari uang, tetapi mencari peluang. Sehingga yang terjadi adalah begitu banyak peluang yang datang sesudahnya.

 

Antara Kesulitan dan Peluang

Tidak semua peluang mudah dijalankan, benar. Tetapi, lanjutnya, setiap kesulitan pasti ada peluangnya. Contoh cerita sederhana ini barangkali dapat menjelaskan tentang hal ini.Dua orang pengusaha sepatu pergi ke Afrika untuk membuka pasar baru. Tiga hari setelah kedatangan mereka, salah seorang pengusaha berkata, "saya pulang ikut penerbangan besok pagi. Tidak bisa menjual sepatu di sini. Semua orang bertelanjang kaki."

Pada saat yang sama, pengusaha yang lain menelpon bawahannya di pabrik, "segera siapkan sepatu untuk kita kirimkan ke sini, prospeknya sangat bagus dan tidak terbatas. Tidak ada yang memakai sepatu di sini!" katanya penuh semangat.Cerita ini bisa saja terjadi di keseharian kita, tergantung bagaimana cara memahami arti sebuah kesulitan, hambatan,  dan peluang. 

Stephen R. Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People menyatakan bahwa kita melihat dunia, bukan sebagaimana dunia apa adanya, melainkan sebagaimana kita adanya atau sebagaimana kita dikondisikan untuk melihatnya. Oleh karena itu, jika melihat peluang, jangan terlalu lama didiskusikan, tetapi cobalah.

 

Yang Jeli yang Sukses

Semua manusia dibekali mata yang sama, telinga yang juga sama untuk melihat sebuah peluang. Yang berbeda adalah kejeliannya dan kecepatannya untuk bertindak.Bagaimana sebuah peluang menjadi realitas bisnis sukses, cobalah perhatikan kembali lingkungan sekitar Anda dan pandanglah secara berbeda. Kalau Anda jeli, Anda akan

melihat bahwa sesungguhnya peluang itu ada di sekitar kita. Setelah itu, segeralah bertindak, dan buka usaha Anda. Tak ada jalan lain, satu-satunya cara kita mengetahui apakah peluang itu berhasil atau tidak adalah dengan memberanikan diri untuk memulai usaha atas peluang yang telah kita temukan.Masih belum berani juga? Cobalah. Kali ini dengan keyakinan penuh untuk menangkap peluang dengan segera, dan segera buka usaha.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari