Tanggal Hari Ini : 21 Apr 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Harusnya Malu Menjadi Orang Indonesia
Jumat, 04 Mei 2012 14:15 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Seharusnya malu menjadi orang Indonesia. Ya Malu. Dengan kekayaan alam Indonesia yang begitu sangat kaya dan beragam, namun rakyatnya banyak yang miskin. Kalimat pendek tersebut dilontarkan oleh seorang maestro bisnis dibidang kosmetik dan kecantikan,  Dr Martha Tilaar saat ditemui Majalah Wirausaha dan Keuangan di Jakarta Convention Centre, menirukan ucapan seorang gurunya dari Amerika Serikat kala itu.

Dalam penuturan Martha, gurunya tersebut sangat menyayangkan ketiadaan kreatifitas dari sekian banyak manusia Indonesia untuk mengolah kekayaan alamnya sebagai bekal mensejahterakan bangsanya.Sindiran kecut ini dari seorang guru  dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat ini membuat Martha muda tergugah hatinya, dan mencoba berkarya dengan memaksimalkan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya setelah kembali ke tanah air.

Langkah yang dilakukan sangat sederhana. Ia hanya mendirikan salon kecantikan berukuran 4x6 meter dengan produk-produk kecantikan yang diproduksi sendiri dari bahan-bahan alam Indonesia yang ia ketahui.Empat puluh tahun kemudian, salon kecil itu kini menjelma menjadi Martha Tilaar Group, sebuah imperium bisnis di bidang kosmetika dan kesehatan paling berpengaruh di Indonesia.

Saat memperingati empat puluh tahun berdirinya Martha Tilaar Group, dengan kesibukan yang padat, wanita kelahiran   Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937 ini tampak masih tetap bersemangat menjawab pertanyaan para wartawan yang ingin mengetahui sejarah bisnisnya. Setidaknya, entrepreneur berusia 73 tahun ini telah sukses mengarungi berbagai rintangan,  halangan serta cobaan dalam mengendalikan bisnisnya. 

“ Menjadi entrepreneur tidak dapat dilakukan secara instan. Untuk sukses harus melalui perjalanan panjang,” ujarnya.

Proses itu, lanjut Martha, dapat dilacak sejak seseorang memiliki gagasan atau ide, kemudian menentukan pilihan untuk terjun dalam usaha yang telah diminati, sampai mengembangkan usaha benar-benar tumbuh seperti yang diharapkan.4 hal, menurut Martha yang harus dikembangkan agar bisnisnya dapat tumbuh dengan baik. Pertama, manfaatkan kemampuan yang dimiliki sebagai modal utama dalam berbisnis. Kemampuan itu biasanya berawal dari hobi.

Kedua,  manfaatkan latar belakang pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki dengan baik. Karena pendidikan dan pengetahuan dapat menjadi sumber kemampuan, termasuk faktor pengalaman yang dimiliki juga dapat menjadi penentu sukses bisnis seseorang. Ketiga, seorang entrepreneur harus memiliki kemampuan memiliki jangkauan pandangan yang jauh ke depan, bukan saja tentang hari ini, tetapi menguasai sebuah prespektif di masa mendatang. Keempat, seorang entrepreneur harus mampu menjadi oase bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa, tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain.

Saat ini Martha Tilaar telah  pelaku bisnis kelas dunia, dan usaha yang didirikannya (Martha Tilaar Group) telah memiliki 11 anak perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 6000 orang pekerja dengan produk-produk yang telah menjelajah hingga ke Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, bahkan ke Los Angeles, AS.

Ditambah di Paris, Perancis, Martha Tilaar telah memiliki sebuah laboratorium penelitian parfum. Puluhan bisnis spa  juga ditancapkan ke berbagai negara diantaranya di Crown Princess Kuala Lumpur.  Kini kita mengenal sosok Martha, yang dengan kegigihannya terus memperkenalkan produk kosmetika lokal ke kancah internasional. Siapa menyusul?

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari